Senin, 02 Mei 2011

Pidato Lengkap Barack Obama Tentang Kematian Osama:

Monday, 02 May 2011 17:52 WIB


Presiden AS tengah memberikan pernyataan
 tentang kematian Osama bin Laden, Selasa (2/5).
WASHINGTON DC - Selamat malam. Malam ini saya ingin melaporkan pada segenap rakyat Amerika dan seluruh dunia bahwa  Amerika Serikat telah melakukan sebuah operasi yang telah menewaskan Osama bin Laden, pemimpin al Qaeda dan seorang teroris yang bertanggungjawab atas pembunuhan ribuan pria, wanita, dan anak-anak.

Sekitar 10 tahun yang lalu, sebuah hari cerah di bulan September segera diliputi oleh kegelapan setelah terjadinya serangan terburuk kepada rakyat Amerika dalam sejarah kita. Kilasan-kilasan gambar dari peristiwa 9/11 telah terbakar dalam ingatan bangsa kita. Pesawat-pesawat yang telah dibajak membelah langit September yang tak berawan, menara Twin Towers runtuh ke tanah, asap hitam mengepul dari Pentagon, puing-puing pesawat penerbangan 93 tersebar di Shanksville, Pennsylvania, dimana aksi kepahlawan warga-warga biasa mencegah terjadinya lebih banyak lagi korban dan kerusakan.
Namun, kita tahu bahwa kilasan-kilasan gambar yang paling menusuk adalah gambar-gambar yang tidak terlihat oleh dunia, kursi-kursi kosong di meja makan, anak-anak yang terpaksa tumbuh tanpa mengenal ibu atau ayah mereka, orangtua-orangtua yang tidak akan pernah tahu hangatnya pelukan dari anak-anak mereka. Sekitar 3.000 warga telah direnggut nyawanya dan meninggalkan sebuah lubang besar di hati kita semua.

Pada tanggal 11 September 2001, dalam masa berkabung, seluruh rakyat Amerika menjadi satu. Kita saling mengulurkan tangan pada tetangga kita, dan kita menawarkan darah kita pada para korban yang terluka. Kita menguatkan kembali ikatan diantara satu sama lainnya, dan rasa cinta pada masyarakat dan negara kita.

Pada hari itu, apapun asal-usul kita, apapun Tuhan yang kita sembah, dan apapun ras atau etnis kita,  semua menyatu menjadi sebuah keluarga Amerika.

Kita juga telah bersatu dalam keteguhan hati kita untuk melindungi bangsa kita dan untuk membawa pihak-pihak yang bertanggungjawab atas serangan biadab ini pada sebuah keadilan. Kita segera mengungkap bahwa serangan 9/11 dilakukan oleh al Qaeda, sebuah organisasi yang dipimpin oleh Osama bin Laden, yang telah secara terbuka menyatakan perang pada Amerika Serikat dan berkomitmen untuk membunuh orang-orang tidak bersalah di negara kita dan di seluruh dunia.

Itulah sebabnya kita menyatakan perang kepada al Qaeda, demi melindungi warga kita, sahabat-sahabat kita dan para sekutu kita.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun ini dan berkat kerja heroik tanpa kenal lelah pihak militer dan para petugas anti-terroris profesional kita, kita telah mencapai kemajuan-kemajuan besar dalam usaha ini. Kita telah mencegah terjadinya serangan-serangan teroris dan memperkuat pertahanan tanah air kita.

Di Afghanistan, kita telah mengganti pemerintahan Taliban yang telah memberikan perlindungan dan dukungan kepada al Qaeda. Di seluruh dunia, kita juga telah berkerjasama dengan para sahabat dan sekutu kita untuk menangkap dan melenyapkan berpuluh-puluh teroris al Qaeda, termasuk beberapa yang terlibat dalam perencanaan serangan 9/11.

Namun walaupun begitu, Osama bin Laden berhasil lolos dan melarikan diri melewati perbatasan Afghanistan ke Pakistan. Sementara itu, al Qaeda terus beroperasi di sepanjang garis perbatasan tersebut dan terus melakukan kegiatan melalui berbagai afiliasinya di seluruh dunia. Oleh karena itu, segera setelah saya dilantik, saya segera memerintahkan Direktur CIA Leon Panetta untuk menjadikan pembunuhan dan penangkapan bin Laden sebagai prioritas tertinggi dalam perang kita melawan al Qaeda, bahkan kita terus melanjutkan usaha kita untuk menggacaukan, membongkar dan mengalahkan jaringan miliknya.

Bulan Agustus lalu, setelah kerja keras selama bertahun-tahun komunitas intelijen kita, saya mendapatkan laporan tentang kemungkinan ditemukannya bin Laden. Laporan itu jauh dari pasti, dan dibutuhkan berbulan-bulan untuk mengikuti jejak terbaru ini.

Saya kemudian melakukan beberapa pertemuan dengan tim keamanan nasional dan terus mengumpulkan berbagai informasi mengenai kemungkinan untuk menemukan bin Laden yang sedang bersembunyi disebuah kamp jauh di dalam wilayah Pakistan.

Dan akhirnya minggu lalu, saya merasa bahwa kita telah memiliki cukup informasi intelijen untuk mengambil tindakan dan memerintahkan dilakukannya sebuah operasi untuk membawa Osama bin Laden ke peradilan.

Hari ini, melalui perintah dari saya, Amerika Serikat telah meluncurkan sebuah operasi khusus dengan sasaran sebuah kamp di Abbottabad, Pakistan. Sebuah tim kecil warga-warga Amerika telah menjalankan operasi ini dengan keberanian dan kemampuan yang luar biasa. Tidak ada satu pun warga Amerika yang terluka. Dan mereka juga mengambil langkah-langkah yang sangat hati-hati untuk menghindari korban penduduk sipil.

Setelah sebuah baku tembak, tim ini berhasil menewaskan Osama bin Laden dan mengambil kendali atas mayatnya.

Selama dua dekade, bin Laden telah menjadi pemimpin dan simbol al Qaeda. Ia juga terus membuat rencana-rencana untuk menyerang negara kita, negara-negara sahabat serta sekutu kita. Kematian bin Laden adalah pencapaian tertinggi dalam usaha bangsa kita untuk mengalahkan al Qaeda.

Namun kematian ini bukanlah akhir dari usaha kita. Tidak ada keraguan bahwa al Qaeda akan terus berusaha untuk menyerang kita. Kita harus dan akan tetap menjaga kewaspadaan kita di dalam maupun di luar negeri. Sementara kita melakukan hal ini, kita juga harus tetap menunjukan keyakinan kita bahwa Amerika Serikat tidak pernah dan tidak akan pernah berperang melawan Islam.

Saya telah membuat hal ini sangat jelas, seperti juga Presiden Bush dalam pidatonya setelah 9/11, bahwa perang kita bukanlah untuk melawan Islam karena bin Laden bukanlah seorang pemimpin Muslim. Ia telah membunuh warga Muslim secara masal. Dalam kenyataannya, al Qaeda telah membantai banyak warga Muslim di berbagai negara, termasuk di negara kita juga.

Oleh karena itu kematiannya harus disambut gembira oleh semua orang yang percaya pada perdamaian dan martabat manusia.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, saya telah berkali-kali menyatakan bahwa kita akan mengambil aksi di dalam wilayah Pakistan jika kita menemukan bahwa bin Laden ada di sana. Itulah yang telah kita lakukan.  Namun penting untuk dicatat bahwa kerjasama kontraterorisme kami dengan Pakistan membantu kita membawa ke tempat dimana bin ladin bersembunyi. Memang, bin Laden telah menyatakan perang terhadap Pakistan dan memerintahkan serangan terhadap rakyat Pakistan.

Malam ini, saya menelepon Presiden Zardari, dan tim saya juga berbicara dengan rekan-rekan mereka dari Pakistan. Mereka setuju bahwa  hari ini  adalah hari yang bersejarah bagi kedua negara. Dan ke depan, penting untuk Pakistan terus bergabung dengan kami dalam memerangi al Qaeda dan afiliasinya.

Rakyat Amerika tidak memilih pertarungan ini. Ia datang ke pantai kami, mulai dengan membantai warga negara dengan tidak berperasaan . Setelah hampir 10 tahun berjuangan dan berkorban, kita juga tahu harga yang dikeluarkan untuk peperangan. Upaya ini membebani saya setiap saat, sebagai panglima angkatan bersenjata tertinggi  saya harus menandatangani surat untuk sebuah keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai, atau melihat ke dalam mata seorang anggota pelayanan yang terluka sangat parah.

Jadi rakyat Amerika memahami harga dari sebuah perang. Namun, sebagai sebuah negara, kita tidak akan pernah mentolerir jika keamanan kita sedang terancam atau berpangku tangan melihat  orang-orang kita tewas. Kami akan gigih membela warga negara, teman-teman, dan sekutu kita. Kami berpegang pada nilai-nilai yang membuat kita seperti sekarang ini.

Malam ini, kita dapat berkata kepada keluarga-keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai karena teror al Qaeda: Keadilan telah ditegakkan.

Malam ini kita berterima kasih kepada intelijen dan profesional kontraterorisme yang tak terhitung jumlahnya dan yang telah bekerja tanpa lelah untuk mencapai hasil ini. Rakyat Amerika tidak melihat apa yang mereka kerjakan atau mengetahui nama mereka, tetapi malam ini mereka merasakan kepuasan atas pekerjaan mereka dalam menegakan keadilan.

Kita  berterima kasih kepada para pria yang telah melakukan operasi ini, karena mereka memberikan contoh profesionalisme, patriotisme dan keberanian yang tak tertandingi untuk melayani negara kita. Dan mereka itulah bagian dari generasi yang telah menanggung beban berat saham sejak suatu hari di bulan September.

Akhirnya, perkenankanlah saya mengatakan kepada keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai pada peristiwa 9 / 11, bahwa kita tidak pernah melupakan kerugian dan kesedihan anda, atau ragu-ragu dalam menjalankan komitmen untuk melakukan apapun untuk mencegah serangan ke pantai kita.

Dan malam ini, marilah kita memikirkan kembali rasa persatuan yang terjadi pada 9 / 11. Saya tahu bahwa itu menyedihkan. Namun prestasi hari ini merupakan bukti kebesaran negara kita dan penentuan rakyat Amerika.


Mengamankan negara kita belum selesai, tapi malam ini kita diingatkan  bahwa Amerika bisa melakukan apapun yang ditetapkan dalam pikiran kita. Itu adalah cerita tentang sejarah kita, entah itu mengejar kesejahteraan bagi rakyat, atau memperjuangan kesetaraan bagi semua warga negara, komitmen untuk membela nilai-nilai kita di luar negeri, dan pengorbanan kita untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman.

Mari kita ingatkan bahwa kita dapat melakukan hal-hal ini bukan hanya karena kekayaan atau kekuasaan, melainkan karena  kita: Satu bangsa, Dibawah Tuhan, tidak dapat dipecah belah, dengan kebebasan dan keadilan bagi semua.

Terima kasih. Semoga Tuhan memberkati Anda, dan semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat.



Sumber: US Embbassy Jakarta

Osama Tewas, Obama Dipuji Dunia:


Senin, 02/05/2011, 19:13 WIB
Gugurnya Osama bin Laden di ujung senjata pasukan khusus Amerika Serikat tak ayal disambut riang gembira oleh para pemimpin dunia.

Dari Yerusalem hingga Tokyo, Swedia turun ke Australia, para pemimpin dunia seperti tak sabar mengucapkan selamat atas keberhasilan AS membunuh gembong teroris yang telah diburu, hidup atau mati, selama sepuluh tahun terakhir itu.

Presiden Barrack Obama, Minggu waktu AS, mengumumkan bahwa Osama telah tewas ditembak di Abbottabad, Pakistan dan kini jenazahnya telah dikuasai pasukan AS.

"Israel bersama rakyat Amerika dalam hari bersejarah ini merayakan penyingkiran Osama bin Laden," seru Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu seperti dikutip Reuters.

Salah satu sekutu terdekat AS itu juga mengucapkan selamat kepada Obama dan menilai prestasi itu sebagai kemenangan keadilan sekaligus kemerdekaan dunia.

"Ini adalah kemenangan gemilang bagi keadilan dan kemerdekaan dan nilai-nilai bersama dari semua negara demokrasi yang bahu membahu memerangi terorisme," tegas Netanyahu.

Sementara dari Jepang, Menteri Luar Negeri Takeaki Matsumoto memuji keberhasilan AS dan menyebutnya "kemajuan berarti dalam usaha kontraterorismer."

Di Stockholm, Swedia, Menteri Luar Negeri Carl Bildt optimistis bahwa kematian Osama akan membuat dunia semakin damai dan pantas untuk dihuni.

"Dunia tanpa Osama bin Laden adalah dunia yang lebih baik. Kebenciannya adalah ancaman bagi kita semua," ucapnya yakin.

Lain halnya dengan Menter Luar Negeri Italia Franco Frattini yang menyebut kematian Osama sebagai kemenangan dunia.

"Ini adalah kemenangan kebaikan atas kejahatan, keadilan atas kekejian. Ini adalah kemenangan besar Amerika Serikat dan komunitas internasional atas Alqaeda dan terorisme," kata Frattini seperti dikutip AFP.  (Aef/An)

Rabu, 20 April 2011

Birokrasi dan Regulasi Masih Hambat Pembangunan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Foto Abror Rizki
Bogor: Birokrasi dan beberapa regulasi sebagai dua dari lima faktor yang selama ini menghambat jalannya pembangunan.


“Pemerintah pusat, utamanya birokrasi, sering lambat dan bahkan tidak sejalan dengan sebuah rencana,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Rapat Kerja Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (Raker P3EI) di Istana Bogor, Senin, 21 Februari pagi.


Presiden memberi contoh, misalnya sebuah rencana A yang diputuskan dalam sidang kabinet dan dimengerti oleh menteri. Namun ketika mengalir ke kementerian bersangkutan, berhenti tanpa berita karena didiskusikan kembali oleh eselon I atau II.


“Ini salah besar. Boleh diargumenkan, birokrasi, kalau itu bertentangan dengan undang-undang dasar atau undang-undang lainnya, bukan karena ‘ah saya tidak mau begitu maunya begini’,” kata Presiden.
Penyakit kedua, pemerintah daerah sering karena ada kepentingan sendiri tidak memperlancar dan cenderung menghambat.


“Kalau ada alasan yang masuk akal, ya boleh, tapi kalau pokoknya tidak, padahal itu investasi, menciptakan lapangan pekerjaan alias mengurangi pengangguran, menggerakkan ekonomi lokal, dan ini dan itu tapi berhenti di situ. Saya ingin tidak terjadi lagi,” Presiden menegaskan.


Hambatan ketiga, ketika investor ingkar janji atau gagal memenuhi komitmen dan rencananya.


“Ada jalan tol, ada ini-itu, ada perkebunan, tidak bergerak saja sudah diberikan haknya, tidak dijalankan, terkunci, rakyat tidak dapat apa-apa, daerah juga tidak dapat apa-apa, rencana meleset,” Presiden menuturkan.
“Keempat, sudah tahu ada regulasi yang menghambat dan bisa kita perbaiki tetapi tidak segera kita perbaiki,” ujar Presiden.
Penyakit terakhir, sering terjadi proses politik yang tidak sehat.




“Mari kita dengan jernih, demokrasi harus membawa amanah, politik kita harus menjadi solusi, dan tidak boleh politik diabdikan untuk kepentingan-kepentingan sempit yang mengunci segalanya karena yang kasihan, yang tidak dapat apa-apa adalah rakyat,” Presiden menutup penjelasan 5 hambatannya. (presidensbyinfo/dik)

Senin, 18 April 2011

PARTAI DEMOKRAT

Image by Cool Text: Free Logos and Buttons - Create An Image Just Like This

DIDIRIKAN:
Partai Demokrat didirikan atas inisiatif saudara Susilo Bambang Yudhoyono yang terilhami oleh kekalahan terhormat saudara Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilihan Calon wakfl Presiden dalam Sidang MPR tahun 2001.

Dari perolehan suara dalam pemilihan cawapres dan hasil pooling public yang menunjukkan popularitas yang ada pada diri Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya disebut SBY), beberapa orang terpanggil nuraninya untuk memikirkan bagaimana sosok SBY bisa dibawa menjadi Pemimpin Bangsa dan bukan direncanakan untuk menjadi Wakil Presiden RI tetapi menjadi Presiden RI untuk masa mendatang. Hasilnya adalah beberapa orang diantaranya saudara Vence Rumangkang menyatakan dukungannya untuk mengusung SBY ke kursi Presiden, dan bahwa agar cita-cita tersebut bisa terlaksana, jalan satu-satunya adalah mendirikan partai politik. Perumusan konsep dasar dan platform partai sebagaimana yang diinginkan SBY dilakukan oleh Tim Krisna Bambu Apus dan selanjutnya tehnis administrasi dirampungkan oleh Tim yang dipimpin oleh saudara Vence Rumangkang. Juga terdapat diskusi-diskusi tentang perlunya berdiri sebuah partai untuk mempromosikan SBY menjadi Presiden, antara lain : Pada tanggal 12 Agustus 2001 pukul 17.00 diadakan rapat yang dipimpin langsung oleh SBY di apartemen Hilton. Rapat tersebut membentuk tim pelaksana yang mengadakan pertemuan secara marathon setiap hari. Tim itu terdiri dari : (1). Vence Rumangkang, (2). Drs. A. Yani Wahid (Alm), (3). Achmad Kurnia, (4). Adhiyaksa Dault, SH, (5).Baharuddin Tonti, (6). Shirato Syafei. Di lingkungan kantor Menkopolkampun diadakan diskusi-diskusi untuk pendirian sebuah partai bagi kendaraan politik SBY dipimpin oleh Drs. A. Yani Wachid (Almarhum). Pada tanggal 19 Agustus 2001, SBY memimpin langsung pertemuan yang merupakan cikal bakal pendirian dari Partai Demokrat. Dalam pertemuan tersebut, saudara Vence Rumangkang menyatakan bahwa rencana pendirian partai akan tetap dilaksanakan dan hasilnya akan dilaporkan kepada SBY.

Selanjutnya pada tanggal 20 Agustus 2001, saudara Vence Rumangkang yang dibantu oleh saudara Drs. Sutan Bhatoegana berupaya mengumpulkan orang-orang untuk merealisasikan pembentukan sebuah partai politik. Pada akhimya, terbentuklah Tim 9 yang beranggotakan 10 (sepuluh) orang yang bertugas untuk mematangkan konsep-konsep pendirian sebuah partai politik yakni: (1) Vence Rumangkang; (2) Dr. Ahmad Mubarok, MA.; (3) Drs. A. Yani Wachid (almarhum); (4) Prof. Dr. Subur Budhisantoso; (5) Prof. Dr. Irzan Tanjung; (6) RMH. Heroe Syswanto Ns.; (7) Prof. Dr. RF. Saragjh, SH., MH.; (8) Prof. Dardji Darmodihardjo; (9) Prof. Dr. Ir. Rizald Max Rompas; dan (10) Prof. Dr. T Rusli Ramli, MS. Disamping nama- nama tersebut, ada juga beberapa orang yang sekali atau dua kali ikut berdiskusi. Diskusi Finalisasi konsep partai dipimpin oleh Bapak SBY.

Untuk menjadi sebuah Partai yang disahkan oleh Undang- Undang Kepartaian dibutuhkan minimal 50 (limapuluh) orang sebagai pendirinya, tetapi muncul pemikiran agar jangan hanya 50 orang saja, tetapi dilengkapi saja menjadi 99 (sembilanpuluh sembilan) orang agar ada sambungan makna dengan SBY sebagai penggagas, yakni SBY lahir tanggal 9 bulan 9. Pada tanggal 9 September 2001, bertempat di Gedung Graha Pratama Lantai XI, Jakarta Selatan dihadapan Notaris Aswendi Kamuli, SH., 46 dari 99 orang menyatakan bersedia menjadi Pendiri Partai Demokrat dan hadir menandatangani Akte Pendirian Partai Demokrat. 53 (lima puluh tiga) orang selebihnya tidak hadir tetapi memberikan surat kuasa kepada saudara Vence Rumangkang. Kepengurusanpun disusun dan disepakati bahwa Kriteria Calon Ketua Umum adalah Putra Indonesia asli, kelahiran Jawa dan beragama Islam, sedangkan Calon Sekretaris Jenderal adalah dari luar pulau jawa dan beragama Kristen. Setelah diadakan penelitian, maka saudara Vence Rumangkang meminta saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso sebagai Pejabat Ketua Umum dan saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal sementara Bendahara Umum dijabat oleh saudara Vence Rumangkang.

Pada malam harinya pukul 20.30, saudara Vence Rumangkang melaporkan segala sesuatu mengenai pembentukan Partai kepada SBY di kediaman beliau yang saat itu sedang merayakan hari ulang tahun ke 52 selaku koordinator penggagas, pencetus dan Pendiri Partai Demokrat. Dalam laporannya, saudara Vence melaporkan bahwa Partai Demokrat akan didaftarkan kepada Departemen Kehakiman dan HAM pada esok hari yakni pada tanggal 10 September 2001.

PENGESAHAN PARTAI DEMOKRAT:
Pada tanggal 10 September 2001 jam 10.00 WIB Partai Demokrat didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI oleh saudara Vence Rumangkang, saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso, saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung, saudara Drs. Sutan Bhatogana MBA, saudara Prof. Dr. Rusli Ramli dan saudara Prof. Dr. RF. Saragih, SH, MH dan diterima oleh Ka SUBDIT Pendaftaran Departemen Kehakiman dan HAM. Kemudian pada tanggal 25 September 2001 terbitlah Surat Keputusan Menkeh & HAM Nomor M.MU.06.08.-138 tentang pendaftaran dan pengesahan Partai Demokrat. Dengan Surat Keputusan tersebut Partai Demokrat telah resmi menjadi salah satu partai politik di Indonesia dan pada tanggal 9 Oktober 2001 Departemen Kehakiman dan HAM RI mengeluarkan Lembaran Berita Negara Nomor : 81 Tahun 2001 Tentang Pengesahan. Partai Demokrat dan Lambang Partai Demokrat. Selanjutnya pada tanggal 17 Oktober 2002 di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), Partai Demokrat dideklarasikan dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakemas) Pertama pada tanggal 18-19 Oktober 2002 di Hotel Indonesia yang dihadiri Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh Indonesia.

Sejalan dengan deklarasi berdirinya Partai Demokrat, sebagai perangkat organisasi dibuatlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sebagai langkah awal maka pada tahun 2001 diterbitkan AD/ART yang pertama sebagai peraturan sementara organisasi. Pada tahun. 2003 diadakan koreksi dan revisi sekaligus didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI sebagai Persyaratan berdirinya Partai Demokrat. Sejak pendaftaran tersebut, AD/ART Partai Demokrat sudah bersifat tetap dan mengikat hingga ada perubahan oleh forum Kongres ini.

VISI PARTAI:
PARTAI DEMOKRAT bersama masyarakat luas berperan mewujudkan keinginan luhur rakyat Indonesia agar mencapai pencerahan dalam kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur, menjunjung tinggi semangat Nasionalisme, Humanisme dan Internasionalisme, atas dasar ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa dalam tatanan dunia baru yang damai, demokratis dan sejahtera.

MISI PARTAI:
1. Memberikan garis yang jelas agar partai berfungsi secara optimal dengan peranan yang signifikan di dalam seluruh proses pembangunan Indonesia baru yang dijiwai oleh semangat reformasi serta pembaharuan dalam semua bidang kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan kedalam formasi semula sebagaimana telah diikrarkan oleh para pejuang, pendiri pencetus Proklamasi kemerdekaan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan titik berat kepada upaya mewujudkan perdamaian, demokrasi (Kedaulatan rakyat) dan kesejahteraaan.

2. Meneruskan perjuangan bangsa dengan semangat kebangsaan baru dalam melanjutkan dan merevisi strategi pembangunan Nasional sebagai tumpuan sejarah bahwa kehadiran partai Demokrat adalah melanjutkan perjuangan generasi-generasi sebelumnya yang telah aktif sepanjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sejak melawan penjajah merebut Kemerdekaan, merumuskan Pancasila dan UUD 1945, mengisi kemerdekaan secara berkesinambungan hingga memasuki era reformasi.

3. Memperjuangkan tegaknya persamaan hak dan kewajiban Warganegara tanpa membedakan ras, agama, suku dan golongan dalam rangka menciptakan masyarakat sipil (civil society) yang kuat, otonomi daerah yang luas serta terwujudnya representasi kedaulatan rakyat pada struktur lebaga perwakilan dan permusyawaratan.

ALAMAT:
DPP Partai Demokrat
Jl. Pemuda No. 712 Jakarta Timur 13220,
Telp. 62 21 4755146 Fax. 62 21 4757957
News Demokrat
Jl. Raya Bogor Km.21/17 Jakarta Timur 13830
Telp. 62 21 87790998 Fax. 62 21 87781084 E-mail : news-pd@demokrat.or.id

SITUS WEB:
http://www.demokrat.or.id

Pengurus DPP Partai Demokrat 2010 – 2015:


1.Ketua Umum:Anas Urbaningrum
2.Wakil Ketua Umum I:Jhonny Allen Marbun
3.Wakil Ketua Umum II:Max Sopacua
4.Sekretaris Jenderal :Edhie Baskoro Yudhoyono
5.Wasekjen I :Angelina Sondakh
6.Wasekjen II:Saan Mustofa
7.Wasekjen III:Syofwatillah Mohzaib
8.Wasekjen IV:Ramadhan Pohan
9.Bendaraha Umum:Muhammad Nazaruddin
10.Wakil Bendahara Umum I:Handojo S. Muljadi
11.Wakil Bendahara Umum II:Mirwan Amir
12.Wakil Bendaraha Umum III:Sartono Hutomo
13.Wakil Bendaraha Umum IV:Siswanto
14.Direktur Eksekutif :Toto Riyanto
Wakil Direktur Eksekutif :Fadjar Sampoerno
Wakil Direktur Eksekutif :Muhammad Rahmad
Wakil Direktur Eksekutif :Bambang Susanto
Wakil Direktur Eksekutif :Alam A. Yassin
Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum
15.Ketua :Denny Kailimang
16.Sekretaris:Harry Witjaksono
Divisi Pembinaan Anggota
17.Ketua :Yosef Tahir Ma’ruf
18.Sekretaris :Roy Suryo
Divisi Pembinaan Organisasi
19.Ketua:Igantius Mulyono
20.Sekretaris:Sudewo
Divisi Program Pro Rakyat
21.Ketua:Dr. Indrawati Sukadis
22.Sekretaris:Tri Yulianto
Divisi Tanggap Darurat
23.Ketua:Umar Arsal
24.Sekretaris:H. Pelly Yusuf
Divisi Program Usaha dan Dana
25.Ketua:Irsan Noor
26.Sekretaris:Albert Yaputra
Divisi Program Logistik
27.Ketua:Jusuf Gunawan
28.Sekretaris:Maimara Tando
Divisi Pendidikan dan Pelatihan
29.Ketua:Gondo Radityo Gambiro
30.Sekretaris:Agustinus Tamo Mbapa
Divisi Komunikasi Publik
31.Ketua:Andi Nurpati
32.Sekretaris:Hinca IP Panjaitan
Divisi Hubungan Eksternal, Luar Negeri dan LSM
33.Ketua:Mulyadi
34.Sekretaris:Iwan Djalal
Komisi Pemenangan Pemilu
35.Ketua:Ir. Agus Hermanto, MM.
36.Sekretaris:Nurcahyo AnggoroJati
Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan
37.Ketua:Ulil Abshar Abdallah
38.Sekretaris:Khatibul Umam Wiranu
Departemen Politik dan Keamanan
39.Ketua:Cornel Simbolon
40.Sekretaris:M. Fakhrudin
Departemen Perekonomian
41.Ketua:Sutan Bhatoegana
42.Sekretaris:Andi Rahmat
Departemen Kesejahteraan Rakyat
43.Ketua:Mohammad Jafar Hafsah
44.Sekretaris:Fariani Sugiharto, B.Sc, MBA
Departemen Dalam Negeri
45.Ketua:Djufri
46.Sekretaris:Nanang Samoedra
Departemen Luar Negeri
47.Ketua:Nurhayati Ali Assegaf
48.Sekretaris:Theo Waimuri
Departemen Keuangan
49.Ketua:Ikhsan Modjo
50.Sekretaris:Vera Febyanthy
Departemen Pertahanan
51.Ketua:Syamsul Mapparepa
52.Sekretaris:Milton Pakpahan
Departemen Hukum dan Perundang-undangan
53.Ketua:Dasrul Djabar
54.Sekretaris:Daday Hudaya
Departemen Pemajuan dan Perlindungan HAM
55.Ketua:Asmar Omar Saleh
56.Sekretaris:Rachlan Nasidik
Departemen Penegakan Hukum
57.Ketua:Dr. Benny Kabur Harman
58.Sekretaris:Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si
Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum
59.Ketua:Didi Irawadi Syamsudin,SH.,LLM
60.Sekretaris:Carel Ticualu, SE., SH
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
61.Ketua:T. Riefky Harsya
62.Sekretaris:Ir. H. Asfihani
Departemen Perindustrian
63.Ketua:Nova Iriansyah
64.Sekretaris:Muhammad Azhari
Departemen Perdagangan
65.Ketua:Pasha Ismaya Sukardi
66.Sekretaris:Herlas Juniar
Departemen Pertanian
67.Ketua:Herman Khaeron
68.Sekretaris:Amal Al Ghazali
Departemen Kehutanan
69.Ketua:Rahmad Hasibuan
70.Sekretaris:Khairuddin Gustam
Departemen Perhubungan
71.Ketua:Michael Wattimena
72.Sekretaris:Achmad Syafii
Departemen Kelautan dan Perikanan
73.Ketua:Reza Ali
74.Sekretaris:JafarNainggolan
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
75.KetuaMuhammad Nasir
76.SekretasirZulmiar Yanri
Departemen Pekerjaan Umum
77.Ketua:CP Samiadji Massaid
78.Sekretaris:Ir. H. Bahrum Daido
Departemen Kependudukan dan Statistik
79.Ketua:Ir. H. Roestanto Wahidi D. MM.
80.Sekretaris:Iti Octavia Jayabaya, SE, MM
Departemen Penanaman Modal dan Investasi
81.Ketua:Ir. Djoko Udjianto
82.Sekretaris:Anny Pane, SH, M.Kn
Departemen Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
83.Ketua:Didik Mukrianto, SH
84.Sekretaris:Ir. HR. Muchlis YS, MM
Departemen Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen
85.Ketua:Windy Winanty
86.SekretarisAnton S. Surrato
Departemen Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran
87.Ketua:Hasan H. Doa
88.Sekretaris:Ian Zulfikar
Departemen Pemberantasan AIDS dan Narkoba
89.Ketua:DRA Lucya Kurniasari
90.Sekretaris:Ida Ria Simamora
Departemen Pemberantasan Terorisme
91.Ketua:Ratyono, M.Sc
92.Sekretaris:Hans Silalahi
Departemen Perlindungan Hak-hak Perempuan dan Kekerasan dalam RumahTangga
93.Ketua:GRAY Koes Moertiyah
94.Sekretaris:Dra. R. Ay Ida Riyanti
Departemen Kesehatan
95.Ketua:dr. Dian A Syahroza
96.Sekretaris:dr. Nova Riyanti Yusuf
Departemen Pendidikan Nasional
97.Ketua:Jeffri Riwu Kore
98.Sekretaris:Juhaini Alie
Departemen Sosial
99.Ketua:Ratu Siti Romlah
100.Sekretaris:Mulyano
Departemen Agama
101.Ketua:Muhammad Hidayat
102.Sekretaris:Nurul Iman Mustofa
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
103.Ketua:Putu Supadma Rudana
104.Sekretaris:Theresia EE Pardede
Departemen Komunikasi dan Informatika
105.Ketua:Ruhut Poltak Sitompul
106.Sekretaris:Nurul Qomar
Departemen Riset dan Teknologi
107.Ketua:Putu Suasta
108.Sekretaris:Ali Yacob
Departemen Koperasi dan UKM
109.Ketua:I Wayan Sugiana
110.Sekretaris:H. Paiman
Departemen Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim
111.Ketua:Dirgahayu Agus Purnomo
112.Sekretaris:Fardan Fauzan, BA, M.Sc
Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
113.Ketua:Ir. Hj. A.P. A Timo Pangerang
114.Sekretaris:Bertha Herawati
Departemen Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
115.Ketua:Salim Mengga
116.Sekretaris:Agung Budi Santoso
Departemen Pembangunan Daerah Tertinggal
117.Ketua:Ir. Lim Sui Khiang, MH
118.Sekretaris:Ir. H. Atte Sugandi, MM
Departemen Perencanaan Pembangunan Nasional
119.Ketua:Kastorius Sinaga
120.Sekretaris:Heriyanto
Departemen Badan Usaha Milik Negara
121.Ketua:Hartanto Edhie Wibowo
122.Sekretaris:Sonny Waplau
Departemen Perumahan Rakyat
123.Ketua:Samuel Purba
124.Sekretaris:Panangian Simanungkalit
Departemen Pemuda dan Olahraga
125.Ketua:Gede Pasek Suardika
126.Sekretaris:Munadi Herlambang
Departemen Perbankan
127.Ketua:I Wayan Gunastra
128.Sekretaris:Achsanul Qosasi
Departemen PertanahanTerbitkan Entri
129.Ketua:Sutjipto, SH, M.Kn
130.Sekretaris :A Herman Ibrahim, SH